Kata orang mencintai seseorang itu seperti menanam bom. Bedanya ini
di hati. Dengan kendali di pegang oleh orang yang kita cintai. Kita
mencintai manusia, yang tidak luput dari kesalahan. Kadangkala kendali
yang ia pegang tak sengaja membuat bomnya meledak. Tapi karena alasan
yang manis, kita masih bisa memaafkan. Tapi tak jarang juga kendalinya
dengan sengaja di pencet untuk meledakkan bomnya. Rasanya luar biasa
sakit, bom tersebut membuat hati kita hancur berkeping-keping. Tetapi
jika orang tersebut melihat kepingan itu lebih teliti, dia akan melihat
dirinya sendiri di dalamnya.
Ketika kita mencintai seseorang segalanya terlihat sempurna, walaupun
sudah di sakiti. Dan mencoba untuk pergi itu tidak akan pernah mudah.
Karena akarnya sudah terlalu jauh menancap.
Tampilkan postingan dengan label Broken heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Broken heart. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Juli 2014
Sabtu, 21 September 2013
Everything's gone
Gaada lagi relationship di facebook atau twitter. Gadget Wonderful Things di sebelah kanan yang tadinya foto kamu udah keganti jadi foto make up. Javascript dari Daisypath disebelah kanan yang we belong together juga udah gaada. Kontak aku juga udah gaada nama kamunya. Inbox aku cuma kesisa sms pait kita, entah kapan mau aku hapus. Logister aku udah gaada nomer kamu lagi, biasanya nama kamu ada di paling atas karena selalu aku telpon. Gaada juga yang ngucapin selamat pagi. Semalem juga gaada yang ngucapin selamat tidur. Wallpaper aku sekarang bukan foto kamu lagi. Foto kamu yang menuhin Local disk D aku di laptop sekarang udah gaada. Sekarang gaada lagi yang aku ajakin ngupil. Gaada lagi yang aku ajakin curhat. Gaada lagi yang ngebully aku, dan bilang gemes sama aku. Gaada lagi soundtrack kita di blog ini.
Sekarang semua sudah selesai. Yang kesisa cuma helaan nafas aja. Nangispun percuma. Aku pergi.
Ain
Sekarang semua sudah selesai. Yang kesisa cuma helaan nafas aja. Nangispun percuma. Aku pergi.
Ain
Langganan:
Postingan (Atom)